Desa Perai Meka berada di daerah Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Praya Tengah. Pada mulanya desa
PERAI MEKA (PEKA) termasuk bagian dari desa jurang jaler, seiring dengan
pertambahan penduduk didesa JURANG JALER
(JUGJA) mengalami pemekaran pada 26
oktober 2011 menjadi desa PERAI MEKA(PEKA)
Letak
geografis
desa PERAI MEKA(PEKA) berada di antara, di sebelah utara desa PENGADANG,
Disebelah selatan KELURAHAN GERANTUNG, Di sebelah timur DESA BRAIM, dan di sebelah
brat desa JURANG JALER(JUGJA). Dari pusat kota
desa PERAI MEKA berjarak sekitar + - 7Km. Desa PERAI MEKA dapat kita tempuh
melalui dua arah yaitu dari arah selatan kota
praya, dan dari sebelah utara kecamatan kopang. Dimana jarak antara desa PERAI
MEKA dengan kecmatan kopang skitar 17KM
dan jarak antara kotaPRAYA dengan desa PERAI MEKA sekitar 7 KM.
Sebagian
besar masyarakat PEKA (PERAI MEKA_) mata pencaharian nya adalah petani.
Rata-rata masyarakat PEKA memiliki lahan/sawah, hanya ada beberapa orang saja
yang tidak memiliki lahan mungkin hanya 2-3org saja. Mereka yang tidak memiliki
lahan tetap aktiv dalam bertani namun mereka yang tidak memiliki lahan berperan
sebagai buruh tani, ada juga yg sebagi peternak; kuli bangunan, wirausaha dan sebagai nya. Selain dari itu
masyarakat desa PERAI MEKA bekerja sebagai GURU, ada yang menjadi guru honorer, guru kontrak
dan guru PNS, namun hanya ada beberapa orang saja yang menjadi guru PNS.
Walaupun
mereka yang berkerja sebagai guru mereka tetap berperan aktip d bidang pertanian karena mereka juga memiliki lahan yang cukup luas
, bahkn lahan mereka lebih luas daripada
petani yang tidak jadi PNS. Hasil panen dalm satu kali panen bisa mencapai 10
ton padi per orang. Satu kali panen setiap 4 bulan sekali, dalam satu tahun
padi di tanan dua kali jadi stiap tahun para petani memanen dua kali.
Adapun
di bidang peternakn juga tidak kalah bersaing dengan desa desa lain. Di desa
perai meka berternak juga menjadi penghasilan sampingan, tapi hewan hewan
ternak juga cukup banyak disana seperti ayam,itik,dan sapi. Didaerah Perai Meka
sapi juga cukup banyak walaupu menjadi usaha sampingan.
Didaerah desa Perai
meka pada mula nya pendidikan memang sangat
di prioritas kan oleh para orang tua
rata-rata tingkat pendidikan masyarakat Desa Perai meka sudah mencapai tingkat
wajar (wajib belajar 9 thun). Walaupun para orang tua mereka kurang mampu
mereka berbondong-bondong menyekolah kan anak nya karena mereka iri terhadap
para orang tua yang lain yang bisa menyekolahkan anakmya sampai ke universitas
sampai-sampai mereka berkata kalau mereka bisa menyekolahkan anaknya sampai ke
univarsitas kenapa saya tidak bisa menyekolahkan anak saya sampai smpai SMP
/SMA .
Pada tahun 2004
para orang tua hanya menyekolahkan anaknya sampai tingkat SMA /sederajat. karna
mereka belum mengenal berapa pentingnya pendidikan ke perguruan tinggi . faktor
yang menyebabkanya juga adalah kurangnya kemauan dari si anak itu untuk
melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi namun dari tahun ke tahun , datanglah
mahasiswa utusan dari IKIP mataram untuk
KKN di madrasah-madrasah sekitar desa perai meka . dari situ timbullah semangat
dari para remaja untuk melanjutkan ke perguruan tinggi karna melihat para
mahasiswa yang KKN . para mahasiswa itulah yang memberi motivasi kepada si anak
maupun orang tua untuk melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi. sehingga pada
tahun 2010 sekitar 70% lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi .
Masyarakat Perai
meke semuanya beragama islam dan bermazhab imam Syafi’i namun ada beberapa
organisasi islam yang berkembang di daerah Perai meka seperti Nahdatul wathon (NW)
dan Nhdatul ulama (NU) sebagian besar masyarakat Perai meka berorganisasi
Nahdatul Ulama yang berpusat di Muhajirin Peraya . di mana setiap hari selasa
di adakan pengajian di masjid Muhajirin Peraya , semangat para masyarakat Perai
meka dalam menghadiri pengajian sangat lah tinggi. Mereka sangat antusias
sekali kalau ada acara pengajian . para bapak-bapak atau ibuk-ibuk berbondong bondong datang ke acara pengajian untuk
menanbah wawasan tentang islam.
Di desa perai meka
tokoh-tokoh agama luayan banyak namun tidak ada yang bisa berdakwah , mereka
mentrasper ilmunya melelui musawarah dan diskusi saja tidak ada yang bisa
berpidato namun ilmu mereka dalam ilmu agama bisa di bilang cukup ada seorang
tokoh agama namanya H.SALEH dia cukup berpengaruh di desa Perai meka dan dia
pun sangat di hormati oleh masyarakat sekitar karna dia di kenal pengetahuanya dalam ilmu agama cukup
luas tetapi dia tidak pernah mau menjadi pemimpin contohnya dalam solat dia
tidak mau jadi imam dan dalam jamaah zikir dia tidak mau menjadi pemimpin
zikir.
Walaupun seperti
itu sudah banyak orang-orang berguru kepadanya untuk memperdalam ilmu agama,
banyak juga murid murid nya yang sudah jadi tuan guru.
by Lalu Samsul Rijal (Nyangget)

Comments
Post a Comment